https://go.oclasrv.com/afu.php?id=1484612
loading...
No Comments
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
       Sebagian besar kejadian dan kesakitan yang  disebabkan oleh tromboflebitis seperti pada kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan paska persalinan terjadi tempat jam setelah kelahiran bayi. Karena itu penting sekali memantau tromboflebitis secara ketat, khusunya kejadian saat persalinan dilakukan.Jika sudah ada tanda-tanda yang menyerupai tromboflebitis segera periksa apakah memang gejala tromboflebitis atau hanya gejala radang biasa. Kita harus dapat membedakan gejala antara tromboflebitis dengan flebotrombosis ataupun radang biasa.Oleh karena itu, kita harus  tahu sebenarnya gejala dari keduanya agar dapat membedakannya sehingga kita dapat tanggap dalam menanganinya,agar  jangan sampai ke tahap yang lebih parah.
       Selama kehamilan kejadiannya relatif rendah,risiko tromboflebitis vena kaki atau pelvis meningkat setelah kehamilan atau operasi.Insiden tromboflebitis superfisial sekitar 1dalam 600 pasien-pasien antepartum dan 1 dalam 95 bagi pasien-pasien postpartum.Insiden tromboflebitis profunda berkisar 1 dalam 1900 pasien antepartum dan 1 dalam 700 pasien postpartum. Faktor-faktor yang mempermudah trombosis vena(tromboflebitis) antar lain, stasis (perlambatan aliran darah),luka pada dinding pembuluh darah (iritasi lokal dan infeksi),dan perubahan fisika atau kimia pada konstituen darah.
1.2 Rumusan Masalah
    1. Apakah pengertian dari trombosis ?
    2. Apa penyebab/etiologi trombosis ?
    3. Bagaimana morfologi dan perjalanan trombus ?
    4. Apakah efek dari trombosis ?
    5. Apa sajakah tanda dan gejala tromboflebitis ?

 1.3 Tujuan
    1. Untuk mengetahui pengertian dari thrombosis
    2. Untuk mengetahui penyebab thrombosis
    3. Untuk mengetahui morfologi dan perjalanan thrombus
    4. Untuk mengetahui efek dri thrombosis
    5. Untuk mengetahui tanda dan gejala tromboflebitis



BAB II
PEMBAHASAN
   
2.1 Pengertian Trombosis
     Trombosis ialah proses pembentukan pembekuan darah atau koagulum dalam sistem vaskular(yaitu,pembuluh darah atau jantung) selama manusia masih hidup.Koagulum darah dinamakan trombus.Akumulasi darah yang membeku diluar sistem vaskular,tidak disebut sebagai trombus.Selain itu,bekuan yang terbentuk didalam sistem kardiovaskular setelah manusia meninggal tidak dinamakan trombus tetapi disebut bekuan postmortem.
         Trombosis jelas memiliki nilai adaptif yang berharga dalam kasus perdarahan,trombus bekerja efektif sebagai sumbatan hemostasis.Namun,trombosis dapat menjadi masalah jika mekanisme pengaturan normal terganggu dan keadaan ini terbukti sangat berbahaya.

2.2 Etiologi Thrombosis
          Menurut vircow terdapat tiga kelompok faktor yang dapat mencegah pembentukan trombus yang tidak normal  antara lain : Perubahan pada permukaan endotel Endotel normal merupakan permukaan yang rata dan halus. Dianggap bahwa pada endotel normal terdaat muatan listrik yang akan menolak tiap unsur darah yang mendekat. Apabila terjadi kerusakan endotel maka terjadi perubahan dalam potensial listriknya, sehingga trombosit dapat melekat pada endotel. Suatu anggapan lain menyatakan bahwa jaringan endotel yang rusak mengeluarkan suatu zat sehingga terjadi koagulasi darah.Perubahan pada alitran darah

         Bila aliran darh melambat; maka trombosit  akan menepi, sehingga mudah melekat pada dinding pembuluh. Normal dalam aliran darah terdapat suatu axial stream yang mengandung unsur darah yang berat seperti lekosit.Trombosit mengalir pada zone yang lebih perifer dan dibatasi dari dinding pembuluh oleh suatu zone plasma. Bila timbul keterlambatan dalam aliran maka trombosit masuk kedalam zone plasma sehingga kontak dengan endotel bertambah.Perubahan dalam aliran darah lebih sering terjadi dalam vena.Tombus juga sering terjadi dalam varices, yaitu vena-vena yang melebar.
       Perubahan pada konstitusi darah. Perubahan dalam jumlah dan sifat trombosit dapat mempermudah trombosis.Pada masalah setelah mengalami pembedahan dan masa nifas, jumlah trombosit dalam darah kira-kira 2-3 kali lipat daripada normal, serta bersifat lebih mudah melekat.

2.3 Patogenesis Thorombosis
        Aliran darah pada sirkulasi arteri merupakan aliran dengan tekanandan kecepatan yang tinggi, dan arteri itu sendiri berdinding agak tebal dan tidak mudah berubah bentuk.Karena alasan ini maka penyebab tersering trombosis arteri adalah penyakit pada lapisan dan dinding arteri, khususnya aterosklerosis. Pada sirkulasi vena, aliran darah nya merupakan alirn bertekanan rendah dengan kecepatan yang relatif rendah.Vena berdinding tipis sehingga mudah berubah bentuk oleh tekanan-tekanan dari luar. Karena alasan ini, penyebab tersering trombosis vena adalah akibat berkurangnya aliran darah. Pada akhirnya, perubahan kimia dalam darah pasien dengan berbagai variasi penyakit, mengakibatkan hiperkoagulasi yang dapat menjadi komplikasi.
  
2.4 Morfologi dan Perjalanan Trombus
         Trombus terdiri dari berbagai kombinasi agregasi trombosit, endapan fibrin,serta eritrosit dan leukosit yang terjaring.Jika trombus mulai trombus terbentuk dalam aliran darah,unsur pertama yang sering adalah gumpalan trombosit yang melekat pada endotel.Sewaktu mengalami agregasi, trombosit melepaskan zat-zat yang mendorong terjadinya pengendapan fibrin, sehingga dengan segera agregasi trombosit dikelilingi oleh fibrin dan menjaring eritrosit.
         Gelombang peristiwa yang berturut semacam ini dapat mengakibatkan struktur trombus menjadi kompleks dan berangka. Sebaliknya, jika trombus terbentuk dalam pembuluh yang aliran darhnya lambat, maka bekuan darahnya hanya terdiri dari jalinan difus fibrin yang menangkap unsur-unsur darah yang kurang lebih sama.

2.5 Efek Dari Trombosis
     Bergantung kepada besar dan jenis trombus, pembuluh yang terkena, dan terdapat tidaknya kolateral yang cukup baik.
    Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan :
    a. Stasis darah
    b. Bendungan pasif
    c. Edema dan kadang-kadang nekrosis
     Trombus dalam arteri dapat menimbulkan :
    a. Iskhemi
    b. Nekrosis
    c. Infark atau gangren

 Bila alat tubah yang terkena mempunyai kolateral baik, nekrosi tidak terjadi.

2.6. PERBEDAAN TROMBOFLEBITIS DENGAN FLEBOTROMBOSIS
       Flebotrombosis yaitu pebentukan trombus dalam vena, merupakan bahaya yang selalu ada bagi pasien yang harus berbaring di tempat tidur atau bagi pasien yang tidak dapat dimobilisasi dan seringkali menyertai payah jantung, berbaring terlalu lama atau kurang gerak ekstremitas, keadaan pasca bedah dan masa nifas, neoplasia dan berbagai mcam trauma parah khususnya luka bakar.Trombus semacam ini relatif  tenang atau dapat disertai dengan tanda-tanda dan gejala-gejala peradangan dinding pembuluh vena yang diduga akibat sekunder dari adanya trombus.
           Sedangkan jika tanda-tanda peradangan menyolok, maka disebut Tromboflebitis.Akibat yang paling ditakutkan dari trombus vena semacam itu adalah bila sebagian trombus terlepas kemudian terbawa dalam aliran darah dan tersangkut di tempat yang jauh. Atau dengan kata lain Tromboflebitis ditandai dengan tanda-tanda peradangan akut sedangkan flebotrombosis menunjukkan adanya trombosis vena tanpa tanda dan gejala peradangan yang jelas.

    A. DEFINISI TROMBOFLEBITIS
         Tromboflebitis merupakan trombosis yang diawali dengan peradangan.
    1) Definisi Tromboflebitis secara umum
     Tromboflebitis adalah kondisi dimana terbentuk bekuan dalam vena sekunder akibat inflamasi/trauma dinding vena atau karena obstruksi vena sebagian.
    2) Definisi Tromboflebitis menurut Adele Pillitteri, 2007
     Tromboflebitis merupakan inflamasi permukaan pembuluh darah disertai pembentukan pembekuan darah. Tomboflebitis cenderung terjadi pada periode pasca partum pada saat kemampuan penggumpalan darah meningkat akibat peningkatan fibrinogen; dilatasi vena ekstremitas bagian bawah disebabkan oleh tekanan kepala janin kerena kehamilan dan persalinan; dan aktifitas pada periode tersebut yang menyebabkan penimbunan, statis dan membekukan darah pada ekstremitas bagian bawah.
      3) Definisi Tromboflebitis menurut Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal, 2002
           Tromboflebitis adalah perluasan atau invasi mikroorganisme patogen yang mengikuti aliran darah di sepanjang vena dan cabang-cabangnya

2.7 Pengkajian data dasar Tromboflebitis
1. Aktivitas/istirahat
Riwayat duduk lama, baik karena berhubungan dengan pekerjaan atau akibat dari pembatasan aktivitas. Imobilitas berkenaan dengan tirah baring dan anestesia.
2. Sirkulasi
    Varises vena.
    Sedikit peningkatan frekuensi nadi
    Riwayat trombosis vena sebelumnya, masalah jantung, hemoragi, hipertensi karena kehamilan,
     Hiperkoagulasi pada puerperium dini.
    Nadi perifer berkurang,tanda homan positof atau mungkin tidak terlihat
Ekstremitas bawah mungkin hangat dan warna kemerahan atau tungkai sakit, dingin, pucat dan oedem.
3. Makanan/cairan
    Penambahan berat badan berlebihan/kegemukan.
    Suplai ASI kadang berkurang pada klien menyusui.
4. Nyeri/ ketidaknyamanan
    1. Nyeri tekan dan pada area yang sakit misalnya betis atau paha.
    2. Trombosis dapat teraba, menonjol/berkeluk.
5. Keamanan
    1. Adanya endometrititis pascapartum atu selulitis pelvis.
    2. Suhu agak meninggi, kemajuan pada peninggian yang dapat dilihat dan menggigil.
6. Seksualitas
         Multipara
Persalinan lama berkenaan dengan tekanan kepala janin pada vena-vena pelvis, penggunaan penjejak kaki atau posisi yang salah dari ekstremitas selam fase intrapartum atau kelahiran melalui operasi, termasuk kelahiran sesaria.
PENYEBAB TROMBOFLEBITIS
         Penyebab dari tromboflebitis antara lain
    1. Perubahan  susunan darah
    2. Perubahan laju peredaran darah
    3. Perubahan lapisan intema pembuluh darah
         Pada masa kehamilan dan khusunya persalinan saat terlepasnya plasenta kadar fibrinogen yang memegang peranan penting dalam pembekuan darah meningkat sehingga memudahkan timbulnya pembekuan.
FAKTOR PREDISPOSISI TROMBOFLEBITIS
    1. Riwayat bedah kebidanan
    2. Usia lanjut
    3. Multi paritas
    4. Varices
    5. Infeksi nifas
         Trombosis bisa terdapat pada vena-vena kaki juga pada vena-vena panggul.Trombosis pada vena-vena yang dekat  permukaan biasanya disertai peradangan, sehingga merupakan tromboflebitis.
         Kondisi yang berhubungan dengan suatu preisposisi trombosis yaitu :
1. Kerusakan sel endotel
      A.  vaskulitis imun
      1. Lupus eritematosus sistemik
      2. Penyakit Buerger
      3. Arteritis sel raksaksa
      4. Penyakit Takayasu
      5. Vaskulitis dengan faktor antikardiolipin
2. Hiperkoagulabilitas
      A.  Koagulasi intravaskular yang menyeluruh
      B.  Defisiensi antitrombin III
      C.  Defisiensi protein C dan S
      D.  Disfibrinogenemia
3. Stasis
      A.  Payah jantung kongestif
      B.  Hiperviskositas
      C.  Tirah baring yang lama
      D.  Gangguan neurologis dengan hilangnya pompa otot

KLASIFIKASI TROMBOFLEBITIS
      A. Tromboflebitis pelvis
         Pelvio tromboflebitis mengenai vena-vena dinding uterus dan ligamentum latum, yaitu vena ovarika, vena uterina dan vena hipograstika. Vena yang paling sering terkena ialah vena overika dekstra karena infeksi pada tempat implantasi plasenta terletak dibagian atas uterus; proses biasanya unilateral. Perluasan infeksi dari vena ovarika dekstra, mengalami inflamasi dan akan menyebabkan perisalpingo-ooforitis dan peridiapendisitis. Perluasan infeksi dari vena uterna ialah ke vena iliaka komunis. Biasanya terjadi sekitar hari ke-14 atau ke-15 pasca partum.
      B. Tromboflebitis Femoralis
         Tromboflebitis femoralis mengenai vena-vena pada tungkai, misalnya vena vemarolis, vena poplitea dan vena safena. Sering terjadi sekitar hari ke-10 pasca partum. Edema pada salah satu tungkai kebanyakan disebabkan oleh suatu trombosis yaitu suatu pembekuan darah balik dengan kemungkinan timbulnya komplikasi emboli paru-paru yang biasanya mengakibatkan kematian.
      C. Tromboflebitis Superfisialis
         Tromboflebitis superfisialis menyerang pembuluh darah subkutan di ekstremitas atas dan bawah. Penyebab tersering tromboflebitis pada ekstremitas atas asalah infus intravena, terutama jika memasukkan larutan asam atau hipertonik.Tromboflebitis superfisialis pada ekstremitas bawah biasanya disebabkan oleh varises vena. Perjalanan tromboflebitis superfisialis biasanya jinak dan swasirna.    
      D. Tromboflebitis profunda
         Trombosis vena profunda merupakan kondisi diman darah pada vena-vena profunda pada tungkai atau pelvis membeku .Trombosis vena profunda (DVT) mengenai pembuluh-pembuluh darah sistem vena profunda yang menyerang hampir 2 juta orang amerika setiap tahunnya.
      E. Tromboflebitis  Supuratip
         Tromboflebitis supuratif (septik) adalah infeksi pada vena yang bertrombosi, dan biasanya dihubungkan dengan kateter intra-vena.Dapat menyebabkan sepsis yang menetap pada penderita infeksi pevis anerobik.Kejadian tromboflebitis septik pada vena subklavia dan vena-vena besar, meningkat, sejak adanya hiper-alimentasi intra-vena.

2.8 Tanda dan Gejala  Tromboflebitis  
    Untuk menentukan tanda dan gejala tromboflebitis berdasarkan klasifikasinya yaitu :
    A.Tromboflebitis pelvis
    1.Nyeri terdapat pada perut bagian bawah atau bagain smping, timbul pada hari ke 2-3 masa nifas dengan atau  tanpa panas
    2.Penderita tampak sakit berat dengan gambaran karakteristik sebagai berikut:
    3.Menggigil berulang kali, menggigil terjadi sangat berat dengan interval hanya beberapa jam saja dan kadang-kadang 3 haro. Pada waktu menggigil penderita hampir tidak panas.
    4.Suhu badan naik turun secara tajam
    5.Penyakit dapat berlangsung selam 1-3 bulan
    6.Senderung terbentuk pus yang menjalar kemana-mana terutama ke paru-paru
    7.Gambaran Darah
    8.Terdapat leukositosis
    9.Untuk membuat kultur darah, darah diambil pada saat  tepat sebelum mulai menggigil, kultur darah sangat suakr dibuat karena bakterinya adalah anaerob
    10.Pada pemeriksaan dalam hampir tidak ditemukan apa-apa karena yang paling banyak terkena adalah vena ovari.

   B. Tromboflebitis Femoralis
    1.Keadaan umum etap baik, suhu badan subfebris selama 7-10 hari, kemudian suhu mendadak naik kira-kira pada hari ke 10-21 yang diserai dengan menggigil dan nyeri sekali.
   2.Pada salah satu kaki yang terkena, biasanya kaki kiri akan memberikan tanda-tanda sebagai berikut:
     a.Kaki sedikit dalam keadaan fleksi dan rotasi keluar serta sukar bergerak, lebih     panas dibandingkan dengan kaki lainnya
        b.Seluruh  bagian dari salah satu vena pada kaki teras tegang dan keras pada     paha bagian atas
        c.Nyeri hebat pada lipat paha dan daerah paha
      d.Reflektorik akan terjadi spasmus arteria sehingga kaki menjadi bengkak,tegang, putih, nyeri, dan dingin dan pulsasi menurun
      e.Edema kadang-kadang terjadi sebelum atau sesudah nyeri dan pada umumnya terdapat pada paha bagian atas, tetapi lebih sering dimulai dari jari-jari kaki     dan pergelangan kaki kemudian melus dari bawah ke atas
      f.Nyeri betis yang terjadi spontan atau dengan memijat betis atau dengan meregangkan tendo akhiles (tanda homan positif)

   C. Tromboflebitis Superfisialis
    1.Nyeri akut disertai rasa terbakar dan nyeri tekan permukaan
    2.Ujung-ujung saraf kulit berdekatan dengan letak proses peradangannya
    3.Kulit disepanjang vena mungkin menjadi eritematosa dan hangat
    4.Kulit terasa bengkak ddan vena dapat teraba



4. Tromboflebitis profunda
1.      Bengkak dan Edema pada ekstremitas yang terkena .Pembengkakan karena peningkatan volume intravaskular akibat bendungan darah vena; edema menunjukkan adanya perembesan darah di sepanjang membran kapiler.
2.      Rasa sakit atau berdenyaut dan mungkin berat
3.      Meningktnya turgor jaringan disertai pembengkakan
4.      Kenaikan suhu kulit dengan dilatasi vena-vena superficial
5.      Bintik-bintik dan sianosi karena stagnasi aliran
6.      Peningkatan ekstraksi oksigen dan penurunan hemoglobin
5. Tromboflebitis Supuratif (septik)
1.      Septikemia yang berat dengan etiologi yang tidak diketahui
2.      Demam yang menetap
3.      Biakan darah yang positif berulang kali
4.      Adanya pus dari vena pada aspirasi atau insisi.


PENANGANAN TROMBOFLEBITIS
Penanganan tromboflebitis dapat dilakukan berdasarkan klasifikasinya antara lain:
*      Tromboflebitis Pelvis
1.         Lakukan pencegahan terhadap endometri dan trombofleitis dengan menggunakan       teknik asptik yang baik
2.        Rawat inap : penderita tirah baring untuk pemantauan gejal penyakit dan mencegah    terjadinya emboli pulmonum
3.         Terapi medik : pemberian antibiotika, heparin terdapat tanda-tanda adanya emboli      pulmonum
4.         Terapi operatif : pengikatan vena kava inferior jika emboli septik terus berlangsung     sampai mencapai paru-paru
*      Tromboflebitis Femoralis
1.         Anjurkan ambulasi dini untuk meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah dan      menurunkan kemungkinan pembentukan pembekuan darah.
2.         Pastikan klien untuk tidak berada pada posisi litotomi dan menggantung kaki lebih     dari      1 jam, dan pastikan untuk memberikan alas pada penyokong kaki guna mencegah          adanya             tekanan yaang kuat pada betis.
3.         Sediakan stocking pendukung kepada klien pasca patrum yang memiliki varises vena untuk meningkatkan sirkulasi vena dan membantu mencegah kondisi stasis.
4.         Instruksikan kepada klien untuk memakai stocking pendukung sebelum bangun pagi   dan      melepaskannya 2x sehari untuk mengkaji keadaan kulit dibawahnya.
5.         Anjurkan tirah baring dan mengangkat bagian kaki yang terkena.
6.         Dapatkan nilai pembekuan darah perhari sebelum obat anti koagulan diberikan.
7.         Berikan anti koagulan, analgesik, dan anti biotik sesuai dengan resep.
8.         Berikan alat pamanas seperti lampu. Atau kompres hangat basah sesuai instruksi,         pastikan bahwa berat dari kompres panas tersebut tidak menekan kaki klien sehingga   aliran darah tidak terhambat.
9.         Sediakan bed cradle untuk mencegah selimut menekan kaki yang terkena.
10.     Ukur diameter kaki pada bagian paha dan betis dan kemudian bandingkan pengukuran           tersebut dalam beberapa hari kemudian untuk melihat adanya peningkatan atau      penurunan ukuran.
11.     Dapatkan laporan mengenai lokea dan timbang berat pembalut perineal untuk mengkaji          pendarahan jika klien dalam terapi antikoagulan.
12.     Kaji adanya kemungkinan tanda pendarahan lain, misalnya: pendarahan pada gusi,     bercak ekimosis, pada kulit atau darah yang keluar dari jahitan episiotomi.
13.     Yakinkan klien bahwa heparin yang diterimanya dapat dilanjutkan pada masa menyusui         karena obat ini tidak akan berada didalam air susu.
14.     Siapkan pemberian protamin sulfat sebagai antagonis heparin.
15.     Jelaskan pada klien mengenai pemberian heparin yang harus dilakukan melalui terapi sub kutan
16.     Jelaskan kepada klien bahwa untuk kehamilan selanjutnya ia harus memberitahukan    tenaga kesehatan yang dia hadapi untuk memastikan bahwa pencegahan trombofrebitis            yang tepat telah dlakukan.
*      Tromboflebitis Superfisialis
1.        Meninggikan ekstremitas yang terserang dan mengompresnya dengan air hangat.
2.        Pemberian obat anti radang dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan meningkatkan kerja antitrombosis
3.        Bila terdapat kemungkinan perluasan penyakit ke pembuluh darah vena profunda utaa, dapat diindikasikan ligasi atau pemotongan vena superfisialis yang terserang pada persambungan safenofemoral.
*      Tromboflebitis profunda
1.        Metode fisik : tekana dari luar dengan kaus kaki penekan dianjurkan untuk mengurangi stasis vena, tetapi dilakukan dengan berhati-hati
2.        Meninggikan bagian kaki tempat tidur hingga lebih tinggi dari jantung adalah tindakan sederhana untuk mengurangi tekanan hidroststik vena dan memudahkan pengosongan vena
3.        Terapi antikoagulan dengan hepari dosis rendah atau enoksaparin, dianjurkan oleh beberapa ahli sebagai profilaksis pada kelompok berisiko tinggi.
*       
*       
*           Tromboflebitis Supuratif
1.                   Terapi antibiotika langsung terhadap organisme yang ditemukan pada biakan darah            atau yang dari vena
2.                   Bila diagnosa diperkirakan, venotomi  eksploratif harus dikerjakan di sebelah         proksimal tempat vena-pungsi
3.                   Pemberian infus, antibiotik dosis tinggi
 

berkomentarlah dengan baik disini Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.

Kesehatan

loading...